MPLS SMA Nusantara Plus dan Unit Lain di Bawah Naungan Yayasan Aldiyana Nusantara Ditutup oleh Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.A.P..,M.A.P. 

BKNEWSTAR – Senin, 14 Juli 2025
Pemandangan berbeda terasa di gerbang SMA Nusantara Plus pada pekan pertama tahun ajaran baru 2025/2026. Para siswa baru memasuki sekolah favorit mereka dengan penuh semangat. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang dulu identik dengan perpeloncoan, kini telah berubah menjadi ajang penanaman karakter sejati, khususnya di SMA Nusantara Plus yang mengedepankan pendidikan mural dan agama.

Transformasi MPLS ini bukan sekadar perubahan nama atau kegiatan seremonial, tetapi sebuah langkah konkret menuju pencapaian nilai-nilai luhur. MPLS kini menjadi gerbang utama untuk menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, sebuah mandat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Di Tangerang Selatan, SMA Nusantara Plus yang dipimpin oleh H. Abdul Khalik, S.Pd., M.Pd., telah menghapuskan praktik bentakan senior dan tugas-tugas yang tidak relevan dalam kegiatan MPLS. Sejak hari pertama, siswa baru mengikuti berbagai lokakarya, pelatihan toleransi, pendidikan mural, diskusi kelompok, serta kegiatan yang menekankan pentingnya kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari. Materi pengenalan program sekolah, lingkungan sekolah, serta nilai-nilai akhlak juga menjadi fokus utama.

Yang menarik, penutupan MPLS tahun ajaran 2025/2026 untuk SMA Nusantara Plus, SMKS Nusantara 1, SMKS Nusantara 2 Kesehatan, dan SMP Nusantara Plus dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Juli 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Bapak Andra Soni, S.M., M.A.P., beserta para pejabat dari Kota Tangerang Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten secara simbolis menyerahkan buku tabungan Bank Banten sebagai bagian dari program sekolah gratis.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan motivasi kepada para siswa, bahwa “Kesuksesan bukan hanya diraih oleh siswa sekolah negeri, tetapi siswa sekolah swasta juga bisa sukses.” Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya adalah lulusan sekolah swasta, disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta didik baru yang hadir di halaman Yayasan Aldiyana Nusantara.

MPLS tidak bisa dihapus dari program pendidikan karena memiliki manfaat yang besar. Seperti disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Nusantara Plus, Muhammad Ishak, S.HI., M.M., bahwa “Manfaat dari MPLS SMA Nusantara Plus adalah untuk membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, guru, dan siswa lainnya. MPLS juga bertujuan untuk membangun mentalitas siswa baru serta mempersiapkan mereka untuk memahami tata tertib sekolah, konsep anti perundungan, dan antikorupsi.”

Untuk menjaga esensi MPLS, siswa juga tidak dianjurkan mengenakan atribut yang berlebihan atau tidak relevan. SMA Nusantara Plus senantiasa mengedepankan pendidikan karakter melalui pendekatan mural dan agama. Siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga pendidikan akhlak dan agama agar mereka dapat menguasai ilmu sains sekaligus memiliki bekal spiritual sebagai pedoman hidup

  • Related Posts

    Noda Hitam Demonstrasi di Bulan Agustus

    Demonstrasi kali ini tidak mencerminkan Atika dan moral karena banyak pelanggaran yang dilakukan. Patut diduga bahwa demontrasi kali bukan perilaku mahasiswa saja tapi ini ada penyusup intelejen yang memang sengaja…

    RA MIFTAHUL ULUM I  SANA DAJA MENGAJARKAN ANAK PEDULI: SANTUNAN ANAK YATIM

    Penulis: Buhari Korong Jawa Timur– Sekolah RA Miftahul ulum sorren Laok Sana Daja Pasean Pamekasan mengadakan kegiatan santunan anak yatim pada  tgl 10 Muharram tahun Hijriyah/6 Juli 2025  Seperti yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *