Demonstrasi kali ini tidak mencerminkan Atika dan moral karena banyak pelanggaran yang dilakukan. Patut diduga bahwa demontrasi kali bukan perilaku mahasiswa saja tapi ini ada penyusup intelejen yang memang sengaja membuat kerusakan dan kerusuhan.
Mahasiswa dan masyarakat bawah tidak akan berani menjarah dan memukuli aparat kecuali memang sudah disiapkan Intel . Masyarakat harus sadar tidak boleh diadu domba oleh oknum profokator karena yang rugi negara kita sendiri. Demonstrasi tidak dilarang dalam undang -undang negara selama memenuhi syarat, hal ini dijelaskan dalam aturan UU No. 9 Tahun 1998 adalah tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum yang menjamin hak asasi manusia setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab sesuai dengan UUD 1945. UU ini mengatur berbagai aspek, termasuk kewajiban pemberitahuan kepada polisi, larangan kegiatan di tempat-tempat tertentu seperti istana dan rumah sakit, serta kewajiban menghormati hak orang lain dan menjaga keamanan dan ketertiban umum. Kali demonstrasi menjadi perhatian publik apakah ada intelejen yang bermain kerusuhan, siapa otak dibalik aksi demonstrasi ini ? Demonstrasi kali ini bukan perilaku mahasiswa dan masyarakat kecil kenapa ? Memiliki aksi diluar nalar contoh Pertama menyerang, merusak, membakar dan menjarah, hal juga terjadi diluar jakarta
Demonstrasi boleh karena sebagai aspirasi pendapat individu atau kelompok. Catatan hitam demonstrasi kali ini.
1. Anarkis
Demonstrasi yang dilakukan kali ini dikatakan anarkis sebab merusak fasilitas, saling menyakiti dan mengekspresikan kemarahan
2. Membakar
Demonstrasi kemarin bukan etika mahasiswa dan masyarakat kecil, sebab ada penghancuran gedung dan pembakaran gedung, artinya ada oknum yang memang sudah menyiapkan aksi demonstrasi supaya caos atau kacau.
3. Menjarah
Menjarah bukan perilaku mahasiswa aksi, artinya jika ada pengarahan dalam suatu aksi demonstrasi berarti ada oknum yang terstruktur untuk membuat situasi kacau.
4. Dirumah pribadi
Demonstrasi hanya dilakukan di lembaga pemerintahan. Jika ada aksi demonstrasi dan penjarahan dirumah pribadi berarti ada oknum/Intel yang menggiring masa aksi supaya kacau
Kalau memang mau menyisir koruptor harusnya orang yang korupsi 200 Triliun atau yang korupsi lebih dari satu triliun.
Disisi lain sebenarnya tidak ada yang setuju jika DPR semakin diberi fasilitas mewah sedangkan masyarakat sedang mengalami kesusahan. DPR harus mementingkan rakyat dan negara supaya tercapai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Salam rukun




